Pesan Cheemew Fars

PESAN DARI Image and video hosting by TinyPic :

LIHAT, BACA, CATAT

MARI BERKARYA

Tunjukan kemampuan diri dengan menghasilkan karya nyata

NOW or NEVER

Sabtu, 04 Juni 2011

Ayo Belajar!

Biar kata orang GNU/Linux maupun Sofeware terbuka susah dan hanya untuk orang-orang tertentu, tapi Jangan sungkan untuk belajar, Jika kalian sekolah/kuliah untuk mencari penghasilan/kerja, sebaiknya belajarlah dari sekarang. Karena saat ini pihak perusahaan sudah mulai menggunakan sistem komputerisasi dan sudah mulai memakai yang program 'open source' demi menekan biaya pengeluaran.
Pernahkah pula kalian berpikir atau berkeinginan untuk kuliah di luar negeri? Bila kalian akan mengambil jurusan yang termasuk dalam Komputerisasi, maka sebaiknya kalian coba dulu di Indonesia. Di luar negeri, untuk mencari sofeware yang premium(berbayar) akan susah mendapatkan yang murah alias "bajakan", tapi jika di Indnesia kalian akan mudah menemukannya, ambil contoh Windows. Bukan berarti saya menganjurkan pake yang bajakan, namun mungkin untuk pengenalan dan pembelajaran dipelintir sedikit "bolehlah", tapi bila nanti sudah mendapat penghasilan ya sudah seharusnya beli yang ASLI.
Namun saran saya sih, coba deh pake sofeware yang open source, atau kuasai dahulu paling tidak satu program. Akan tetapi, semuanya kembali pada kalian semua. Sekarang sih saatnya untuk mulai belajar dan mencoba. Akan percuma suatu gelar bila tanpa ada yang dihasilkan, dan percuma juga  bila suatu saat kalian lulus dan hendak mengejar mimpi tuk mendapat kerja yang diidamkan, kalian ditanya, kalian belum paham dan kalian jawab akan belajar dan mau belajar. Percuma (meski belum terlambat sih), lalu selama itu kalian sekola/kuliah apa aja yang dipelajari? jadi sekaranglah saatnya untuk belajar.
AYO BELAJAR! Jangan takut dikatakan bodoh, anggap saja masih awam. Jangan Takut jadi Pemula. Sekaranglah saatnya, jangn tunggu kapan lagi. Bangunlah dirimu dari sekarang.
AYO BELAJAR!

Selasa, 31 Mei 2011

Belajar Dari Sepakbola

Akhirnya FIFA memeberi satu kesempatan lagi pada PSSI untuk menggelar
Kongres ulang untuk pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua umum, dan
Anggota Komite Eksekutif PSSI paling lambat 30 Juni 2011. Lolos sudah
Indonesia dari sanksi. Namun hal itu merupakan awal dari sanksi yang
akan dijatuhkan atau tidak kelak pada PSSI. Bila Kongres sululan nanti
kembali seperti yang sudah-sudah, maka Indonesia akan terkena sanksi
dari FIFA.
Sebenarnya, bila kita mau sedikit memperhatikan sepakbola dari segi
lainnya, selain olahraga, prestasi dan suporter. Tentunya ada hal
lain, yaitu pembelajaran kehidupan. Lantas apa sajakah hal itu? Salah
satunya adalah berorganisasi. Dimana disini untuk memainkan sepakbola
diperlukan pengorganisasian antar pemain dengan baik jika tim itu mau
jadi juara. Dimana berorganisasi memerlukan sikap dari tiap individu
untuk saling mengerti, menghargai dan sportif. Berorganisasi di
sepakbola bukan hanya dilapangan pertandingan, akan tetapi diluarnya
juga butuh pengorganisasian yang baik tentunya. Hal ini dirasa untuk
Indonesia masih sangat buruk pengorganisasiannya diluar lapangan. Bisa
dilihat dari Pihak dan lembaga yang mengorganisir sepakbola itu
sendiri, yaitu PSSI. Ya, dimana kita semua bisa melihat bagai mana
carut-marutnya PSSI saat ini, setiap idividu yang ada di PSSI
sepertinya hanya mementingkan diri sendiri. DImana mereka tidak
bisakah sedikit mengambil pelajaran disana. Pelajaran berharga yang
diajarkan sejak masih sekolah di SD (Sekolah Dasar) yaitu sikap
disiplin, tangung jawab, tenggangrasa, Musyawarah mufakat,
kekeluargaan, dan yang pasti Lapang dada.
Untuk disiplin di sepak bola, baik itu pemain maupun pengurus, bisa
dilihat sendiri oleh anda semua. Tidak semua individu bisa disiplin
dengan baik. Mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang ada.
COba saja lihat di PSSI, semua itu tidak tampak. Harusnya juga
pengurus PSSI sebelumnya dimintai tanggung jawabnya juga. Bukankah
mereka turut andil membentuk carut-marut sepakbola Indonesia saat ini.
Kalau begitu, enak dong pengurus PSSI yang lama. Sudah lepas dari
tanggung jawab, tinggal santai saja mereka.
JIka seperti itu juga, kemungkinan itu bakal diikuti oleh pengurus
nanti yang terpilih. Meraup keuntungan untuk pribadi, lalu buat
masalah, lalu dilengserkan lagi, lalu tidak dimintai pertanggung
jawaban. enak sekali di Indonesia ini.
Untuk saling tenggangrasa pun dirasa masih sangat kurang. Dimana
pemain tidak memiliki rasa hormat dan tenggangrasa terhadap lawan dan
wasit. Begitu jua dengan pengurus dan tentunya suporter juga turut
serta sebagai yang masih kurang tenggangrasanya, dimana mereka masih
sering tawuran antar suporter maupun warga dan aparat.
Di kongres 20 Mei 2011 kemarin, untuk mufakat saja tidak bisa.
Jangankan mufakat, musyawarah pun mereka tidak bisa. Mereka
(pengurus_pengurus Anggota PSSI) pemilik suara hanya mementingkan
egoisme mereka sendiri. Sifat kekeluargaan pun di persepakbolaan
Indonesia masih kurang, begitu juga di kongres kemarin. Anggota
kongres, saling jegal, mengancam tidak bisa berdamai seperti keluarga.
Mereka-mereka semua itu pada becus tidak sih dalam berorganisasi yang
baik?
Ada juga bakal calon yang terus kekeh-marikeh untuk terus maju
mencalonkan diri jadi pengurus PSSI. Lah, kalau menurut saya sih,
sudahlah lapang dada saja, terima keputusan itu yang tidak meloloskan
anda ini. Berikan saja suara anda pada yang lain. Pada calon yang anda
anggap bisa mengemban suara dan amanat anda, yang sejalan dan
sepemikiran tentunya.
Saya harap kongres susulan nanti dapat berjalan dengan baik, dan
tentunya bisa menghasilkan pengurus-pengurus PSSI yang lebih baik
lagi. Yang bisa mengorganisir dengan baik, bertanggungjawab dan bijak.
Bisa menghasilkan prestasi, pembentukan generasi yang baik,
pengelolaan persepakbolaan yang baik juga, serta pembangunan yang
memuaskan tentunya.
Semoga saja PSSI bisa jadi lebih baik lagi. Dan sepak bola Indonesia
bisa Maju dan berprestasi hingga ke tingkat Dunia.
Bangkitlah PSSI!
Jayalah Sepak bola Indonesia!

Jumat, 15 April 2011

Selamat Bekerja dan Sukses PSSI

Usaikah sudah kisruh yang terjadi di PSSI? Ya, semoga saja. Semoga dengan ditunjuknya Agum Gumelar sebagai Ketua Tim Normalisasi PSSI oleh FIFA, bisa memberi harapan baru. Syukurlah FIFA bisa mendengar suara para pencinta Sepakbola Indonesia dengan keputusannya membentuk Tim Normalisasi, dan terimakasih karena tidak memberi sanksi pada PSSI dan semoga saja tidak terjadi selamanya.

 Semoga ini menjadi awal yang baik untuk persepakbolaan Indonesia. Sudah saatnya kita menbentuk pengurus PSSI yang lebih terbuka dalam keorganisasian dan pengelolaan olahraga Sepakbola dan Futsal Indonesia, selain itu juga bisa bertindak tegas, adil, bijaksana dan yang lebih penting lagi adalah membangun generasi penerus dan membawa persepakbolaan Indonesia berprestasi di tingkat Dunia.

Saat ini kami berharap pada Anda Tim Normalisasi PSSI, Tim Exco, dan Tim Komisi Banding untuk membangun dan membenahi persepakbolaan di Indonesia. Kami akan tunggu hasil terbaiknya dengan membentuk Pengurus PSSI dan prestasi tentunya. Dan semoga saja Pengurus PSSI yang terbentuk nanti akan sesuai dengan keinginan dan harapan Masyarakat sepakbola Indonesia.

Selamat bekerja untukmu Tim perubahan PSSI. Semoga sukses hasil akhirnya.

Minggu, 06 Maret 2011

Puisi untuk PSSI


Wahai KAU yang urus sepak bola negeri ini

Sadarlah KAU dari mabukmu

Kami disini ingin KAU membuka mata hati

Untuk sedikit lebih buka pintu

Sudah saatnya KAU pergi

Ijinkan kami bersihkan sisa 'kotoran'mu

Supaya ku dapat melihat senyum pertiwi

Dan membuat Bangsa ini berjaya selalu

Wahai jiwa yang sekarang dicela

Kembalilah pada permainan di lapangan bola

Kau jiwa yang dianggap sengsara

Jiwa yang juga menyengsarakan semua

Ijinkan kami masuk istana

Istana megah yang tak pernah terbuka

Untuk membersihkan yang kami bisa

Agar semakin indah dipandang mata

Ini untuk pengurus PSSI

Kapan kau akan sadar hati

Karena kami disini mulai mati

Menunggu sepanjang hari

Ini untuk pengurus PSSI

Janganlah kau berkeras hati

Sekaranglah saatnya berbenah diri

Untuk dapat raih prestasi

Ini untuk pengurus PSSI

Kapankah kau bekerja sepenuh hati

Memberikan kami yang berarti

Demi Pertiwi dan generasi

Sabtu, 05 Maret 2011

Sepak Bola dan Masuk Penjara

Lagi-lagi diri ini dibuat makin tidak percaya dengan orang-orang 'berjas' yang ngaku lebih pintar dari orang yang memang tidak pintar. Mereka membuat hatiku ini ngilu untuk berbuat yang lebih baik pada negeri ini. Aku semaikin greget untuk terus ngoceh. Ya, ngoceh pada orang yang sekarang lagi pada ngeributin sepak bola negeri ini. Padahal aku punya cita-cita yang salah satunya adalah membangun Negeri ini supaya lebih baik lagi dengan sepak bola. Dengan harapan bisa sedikit bisa meringankan beban Negeri (Pemerintah sih utamanya mah) ini.

Cita-cita bikin sepak bola di Indonesia ini bisa jadi lapangan kerja, tapi jadi sirna karena arogansi pengurus PSSI sekarang. Karena bikin liga baru akan dibubarkan juga. Seandainya PSSI bisa lebih 'keibuan' untuk sepak bola di Negeri ini, tentunya akan lebih baik lagi untuk kehidupan generasi berikutnya.

Cita-citaku puluhan tahun lalu, klo bisa bikin liga pelajar dari SD, SMP, SMA sampai Mahasiswa yang diikuti semua sekolah dan universitas, tentu akan sedikit mengurangi putusnya pendidikan, tawuran, penyalah-gunaan Narkoba dan miras, sek bebas, pembangkangan dan utamanya pengangguran. Gimana caranya? Konsep sih udah ada di otak ini, tapi..... yaitu tadi bakal terbentur sama yang namanya PSSI.

Sekarang aja, bikin Liga baru bakal di bubarin. Menurut aku sih, itu yang ngurus PSSI sekarang GOBLOK PISAN! Kenapa tidak, ada liga baru disebut ilegal dan harus dibubarkan (klo tidak bubar liga barunya bakal masuk penjara kali ya) mana lagi contohnya klo bukan Liga Primer Indonesia alias LPI. Bikin alasannya tidak direstui sama FIFA (atau dianggap saingan Liga PSSI) Padahal aku berharap anak pelajar itu punya kegiatan dan penghasilan tambahan. Supaya Bangsa ini bisa kembali berjaya seperti dulu. Seperti yang pernah ada dalam mimpi-mimpiku, klo di Indonesia ini dulunya adalah Negeri yang paling maju dalam segala bidang dan orang nya ramah. namun sayang dalam mimpi-mimpi itu juga aku mendapat kehancuran Bangsa yang besar ini akibat hati yang tak bisa dikendalikan.

Aku berharap sih Bangsa ini tidak akan hancur (sepak bolanya)karena arogansi hati para pengurus PSSInya.

Gimana tidak, coba aja bayangkan! Klo aku mendirikan liga baru lagi, bakal dibubarkan tuh liga karena dianggap ILEGAL dan aku dituntuk penjara, tapi tidak apa-apa klo aku dibui, kan enak ada AC nya, pake sping bad lagi, dari pada adik-adik generasi muda pelajarnya yang pada diinepin di hotel prodeo gara-gara tawuran, narkoba, kejahatan pikiran atau jadi teroris, lebih baik itu kan dicegah. ya dicegah dengan konsep sepak bola yang ok. kayanya di otak ini ada.

Aku tawari ini pada PEMERINTAH, PSSI dan semuanya, pilih AKU YANG DIPENJARA atau GENERASI MUDA YANG MASUK PENJARA? silahkan pilih. aku harap sih otak dan hati kalian seperti Komisi Banding (salut tuk mereka).

Janganlah kalian bawa PSSI (sepak bola) ini ke jalur politik yang menggelitik namun mencekik. Gimana tidak, itu yang ngurus PSSI sekarang masih mengaitkan kepada politik. Partai politik saling tuding. Kita blak-blakkan ajalah, sebut saja partai yang masih dianut ketua dan balakorawa-nya di PSSI, dimana partai tersebut mendukung dan membela PSSI sekarang namun dilain pihak banyak yang sudah tidak percaya lagi. Apa sih tujuan kalian sebenarnya mempertahankan PSSI, untuk 2014, iya? Dasar, itu keliru. Yang ada malah partai kalian makin berkurang suaranya.

Tidakkah kalian mendengar sudah banyak orang yang hengkang dan mencemooh partai Mu? Apakah pembaca juga sadar, klo sepak bola ini sasaran promosi dan pengumpulan suara bagi partai politik? Kita takan mungkin bisa membuka hati pengurus PSSI sekarang dengan demo-demo, tidak juga dengan seruan dari Pak Mentri. Jangankan Mentri, Presiden aja ngomong tidak digubris, kan beda partai, Presiden dan Mentri-nya biru, PSSI-nya kuning. Coba klo yang ngomong sama dengan PSSI, Yaitu orang kuning pasti lebih didengar. Inget tidak kasus harga tiket piala AFF kemaren? Dimana Presiden memohon (ngomong mohonnya sampai 2x) pada PSSI untuk turunkan harga tiket, tapi kata Pak Ketua Umum PSSI-nya harga tiket turun karena permintaan dan perintah dari Yang Terhormat atasannya di partai politik kuning itu. Katanya (denger di TV) pernah juga itu Pak Ketua bilang suksesnya Tim Nasional Indonesia karena partai politik kuningnya. Tidak salah itu? Huaahahahaaaaaaaaaaaaaaa............ :0

Sekarang sih kita berharap pada partai yang menaungi para pengurus PSSI (si Kuning) supaya bersedia menyadarkan yang lagi pada mabok bola. Semoga Yang Terhormat pentolan Partai politik kuning ini mau mengultimatum pengurus PSSI supaya mereka bersedia dirombak dibenahi, supaya lebih baik lagi.

Semoga saja Liga-liga baru akan terus bermunculan dan menciptakan perbaikan pada negeri ini. Dengan begitu TimNas Garuda Merah Putih bisa meraih kejayaan dan Prestasi. Mari kita berdoa, berbenah diri dan bekerja sekarang membangun sepak bola Negeri ini agar sesuai dengan harapan kita semua. Ya, kita tunggu saja!